Oleh: alwanasary | Oktober 18, 2007

Qadha dulu atau Puasa 6 Hari Syawal ?

Para ulama berbeda pendapat tentang hal ini, tapi yang benar adalah disyari’atkan untuk mendahulukan qadha (Ramadhan) dari puasa 6 hari atau selainnya dari puasa-puasa nafilah. Berdasarkan sabda Nabi

Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya. Dan barang siapa yang mendahulukan puasa 6 hari dari qadha maka dia tidak mengikuti Ramadhan dan sesungguhnya dia hanya mengikuti sebagian Ramadhan. Karena qadha adalah wajib dan puasa 6 hari itu sunnah, maka wajib lebih diutamakan dan dipentingkan (dari yang sunnah). Wa billahit Taufiq.

Majmu’ Fatawa wa Maqalat Ibnu Baz rahimahullah ta’ala ( 15/392)

http://www.islamtoday.net/questions/show_articles_content.cfm?id=24&catid=183&artid=6399

Oleh: alwanasary | Oktober 18, 2007

Puasa 6 Hari Syawal harus Urut?

Tidaklah diharuskan bagi seorang muslim untuk berpuasa 6 hari setelah Idul Fitri langsung bahkan boleh baginya memulai puasa setelah Ied sehari atau beberapa hari dan berpuasa berurutan atau terpisah pada bulan Syawal yang mudah baginya. Dan perkara ini adalah luas dan (puasa) ini tidaklah wajib tapi sunnah. Wabillahit Taufiq wa shallallahu ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

Lajnah Daimah Lilbuhutsil Ilmiyah wal Ifta’ (10/391)

 http://www.islamtoday.net/questions/show_articles_content.cfm?id=24&catid=183&artid=6399

Oleh: alwanasary | Oktober 18, 2007

Hukum Berpuasa 6 Hari selain pada Bulan Syawal

Tidak diperbolehkan seseorang berpuasa 6 hari Syawal pada selain bulan Syawal, karena hadits datang dengan pengkhususan 6 hari ini pada bulan Syawal saja, sebagaimana dalam hadits dalam riwayat Imam Muslim (1164) dan selainnya dari hadits Abu Ayyub Al Anshari –radhiyallahu ‘anhu -

من صام رمضان ثم أتبعه ستاً من شوال

Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia mengikutinya dengan 6 hari dari Syawal

, adapun yang datang pada sebagian riwayat 

وستة أيام بعده

dan 6 hari sesudahnya

lihatlah apa yang diriwayatkan Ibnu Majah (1715), Darimi (1755), Ahmad (21906) dari hadits Tsauban maka hal itu mengandung pengertian bahwa itu adalah pada bulan Syawal karena datangnya pengkhususan pada riwayat-riwayat yang lain dan dengannya digabungkan antar riwayat-riwayat yang ada. Wallahu a’lam.

Doktor Muhammad bin Turki At Turki

dikutip dari http://www.islamtoday.net/questions/show_articles_content.cfm?id=24&catid=183&artid=6399

Oleh: alwanasary | Oktober 18, 2007

Puasa 6 Hari Syawal, Berurutan atau Terpisah?

Tanya : Apakah puasa 6 hari syawal harus berurutan atau tidak mengapa bila berpuasa terpisah-pisah di bulan syawal?

Jawab : Puasa 6 hari syawal adalah sunnah yang tetap dari Rasulullah dan boleh berpuasa secara berurutan atau tidak, karena Rasulullah hanya memutlakan puasanya dan tidak menyebutkan berurutan atau terpisah, Rasulullah bersabda :

من صام رمضان ثم أتبعه ستاً من شوال كان كصيام الدهر

(artinya) :”Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan puasa 6 hari bulan syawal maka dia seperti berpuasa setahun”. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya. Wa billahit Taufiq

Sumber : Kitab Fatawa Islamiyah dikumpulkan dan ditertibkan oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad AlMusnid, Juz 2 hal. 165, dan Majalah AlFurqon Nomer 1.6 Bulan Syawal Tahun 1419 H – Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah Juz 15

Dikutip dari http://www.ibnbaz.org.sa/index.php?pg=mat&type=fatawa&id=607

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.